Apa sih Boyband dan Girlband itu? mungkin kalian semua masih bingung atau bahkan tidak tau apa itu boyband atau girlband. Nah hari ini saya akan menjelaskan sedikit tentang apa sih Boyband dan Girlband itu. mari kita lihat ^^
Boy band atau Girl band adalah grup musik yang terdiri dari setidaknya
tiga orang muda yang biasanya menyanyi dalam harmoni dan melakukan
tarian koreografi. Para anggota dari boy band dan girl band biasanya
tidak memainkan instrumen musik sebagai bagian dari kinerja boy band dan
membedakan antara boy band dengan grup band biasa.
Boy band
biasanya membawakan musik pop, hip hop, R & B atau genre, dan fans
mereka biasanya orang-orang muda, sebagian besar perempuan.
Boy
band sering dikritik oleh banyak pihak dikarenakan tidak banyak boy band
berbakat tapi dilihat dari sisi jual lain yaitu penampilan mereka.
Namun, anggota boy band paling banyak dicari adalah penyanyi berbakat
sekaligus penari, banyak dari mereka juga bisa memainkan alat musik, dan
banyak di antaranya mengejar karier solo dalam musik setelah karir boy
band mereka mulai redup.
Ada juga boy band terkenal menggunakan
metode lip-syncing selama pertunjukan dan menggunakan penyanyi sesi
rekaman studio, tidak ekonomis bagi produsen untuk berinvestasi dalam
seluruh kelompok anggota band yang tidak bisa menyanyi.
Sebuah
boy band memiliki umur popularitas yaitu diwajibkan berumur muda dengan
maksud lebih baik menggaet penggemar karena pada usia muda, boy band
ilihat dari penampilan anggota boyband tersebut.
Kebanyakan
popularitas boy band ini tidak lebih dari lima tahun atau lebih. Contoh
boy band yang sudah lama eksis di dunia adalah Jackson 5 dan di
Indonesia SMASH adalah salah satu boy band indonesia, yang dapat
meningkatkan kembali gairah boy band lain untuk bangkit setelah boy band
di indonesia mulai redup.
When You feel Bad Mood Listen to the MUSIC And you will feel much BETTER Thank You for visiting our Blog :)
Translate
Senin, 15 September 2014
KEISTIMEWAAN K POP

1. MV (Music Video) KPop sangat menarik.
2. Lagu Lagu KPop enak untuk didengar.
3. Kemampuan dance artis-artis Korea sangat luar biasa.
Demam KPop sudah merajalela di Indonesia, hampir semua remaja di negeri
ini mulai "tergila-gila" dengan artis Korea. Ada banyak alasan mengapa
kaum muda Indonesia menyukai KPop. Semua artis Korea memiliki penampilan
fisik yang begitu menarik, bahkan dapat dikatakan "sempurna". Banyak
dari artis-artis tersebut telah melakukan operasi plastik. Namun bakat
luar biasa yang mereka miliki dalam dunia entertainment telah membuat
penggemarnya lupa bahkan tidak mempedulikan apakah fisik mereka hasil
operasi plastik atau tidak. Tidak hanya fisik, lagu-lagu yang enak untuk
didengar dan video yang begitu menarik juga telah berhasil meningkatkan
rasa kecintaan kaum muda Indonesia terhadap dunia Kpop.
KPop sudah menjadi candu bagi kaum muda Indonesia. Mari kita simak kelebihan KPop
dibandingkan dengan jenis musik lainnya. Bukan bermaksud untuk
merendahkan jenis musik lain, ini hanyalah pengamatan sederhana kenapa
KPop banyak digandrungi.
1. MV (Music Video) KPop sangat menarik.
Konsep video yang dipakai begitu menarik sehingga tidak asing lagi
didengar bahwa banyak sekali pecinta KPop yang rela menunggu berjam-jam
hanya untuk menunggu hasil download MV group band favoritnya.
2. Lagu Lagu KPop enak untuk didengar.
Hal inilah yang membuat pecinta KPop semakin lama semakin meningkat.
Meskipun banyak dari kaum muda Indonesia yang tidak mengerti lirik
bahkan arti dari lagu Korea yang didengarnya, namun alunan nada yang
dimainkan sangat cocok didengar oleh telinga.
3. Kemampuan dance artis-artis Korea sangat luar biasa.
Coba bandingkan dengan kemampuan dance artis-artis Indonesia misalnya.
Hanya beberapa dari mereka yang benar-benar dapat disebut sebagai
dancer. Gerakan dance group band Indonesia masih mudah diikuti bahkan
walau kita bukan seorang dancer sekalipun. Bandingkan dengan bakat dance
yang dimiliki oleh artis-artis Korea, sangat luar biasa.
MUSE (GROUP MUSIK)
Muse adalah grup musik rock alternatif asal Inggris. Band ini dibentuk di Devon pada tahun 1994. Anggota band ini terdiri dari tiga orang, yaitu Matthew Bellamy (vokal, gitar, piano, keytar), Chris Wolstenholme (bass, backing vokal, keyboard, gitar) dan Dominic Howard (drum, perkusi). Muse memiliki genre musik yang memadukan rock, rock progresif, musik klasik, dan elektronika. Muse juga dikenal dengan konser live yang memukau, bercirikan permainan yang energik dan efek visual yang mengagumkan.
Muse telah merilis enam album rekaman, dimulai dengan Showbiz (1999), Origin of Symmetry (2001), Absolution (2003), Black Holes & Revelations (2006), The Resistance (2009) dan The 2nd Law (2012). Muse juga merilis 3 album live Hullabaloo Soundtrack (2002), Absolution Tour (2005) dan HAARP (2008).
Sepanjang kariernya, Muse telah memenangkan berbagai penghargaan termasuk 5 MTV Europe Music Awards, 5 Q Awards, 9 NME Awards, 2 Brit Awards serta yang terbaru pada tahun 2011 adalah memenangkan Grammy Award untuk kategori Best Rock Album (The Resistance) serta Ivor Novello Awards untuk kategori International Achievement.
Muse telah merilis enam album rekaman, dimulai dengan Showbiz (1999), Origin of Symmetry (2001), Absolution (2003), Black Holes & Revelations (2006), The Resistance (2009) dan The 2nd Law (2012). Muse juga merilis 3 album live Hullabaloo Soundtrack (2002), Absolution Tour (2005) dan HAARP (2008).
Sepanjang kariernya, Muse telah memenangkan berbagai penghargaan termasuk 5 MTV Europe Music Awards, 5 Q Awards, 9 NME Awards, 2 Brit Awards serta yang terbaru pada tahun 2011 adalah memenangkan Grammy Award untuk kategori Best Rock Album (The Resistance) serta Ivor Novello Awards untuk kategori International Achievement.
- Personel
- Matthew Bellamy – lead vokal, gitar, keytar, piano, kibor
- Chris Wolstenholme – bass, backing vokal, harmonika, kibor
- Dominic Howard – drum, perkusi, synthesizer, backing vokal
- Personel tambahan
- Morgan Nicholls – kibor, perkusi, synthesizer, backing vokal, bass, rhythm guitar ("United States of Eurasia") (2004, 2006-sekarang)
- Alessandro Cortini – kibor (menggantikan Nicholls sementara) (2009)
- Dan "the Trumpet Man" Newell – trompet (di lagu Knights Of Cydonia dan City of Delusion) (2006 - 2007)
GAYA DAN TEMA MUSIK KATY PERRY
Perry memiliki jangkauan vokal kontralto (suara wanita terendah). Karena jangkauan vokalnya yang rendah, dia menurunkan kunci dari banyak lagunya sambil menyanyi secara langsung dalam rangka menyempurnakan suaranya. Pengaruh musik Perry diantaranya adalah Alanis Morissette, pop-rocker Cyndi Lauper, Pat Benatar, Joan Jett, Shirley Manson, dan Freddie Mercury, vokalis dari band Inggris, Queen. Tumbuh dengan mendengarkan musik gospel, Perry memiliki beberapa referensi ketika dia mulai merekam lagu.Ketika ditanya oleh produser ingin berkolaborasi dengan siapa, Perry tidak tahu. Malam itu, dia pergi bersama ibunya ke sebuah hotel. Di dalam, dia menyalakan saluran VH1 dan melihat produser Glen Ballard berbicara tentang Morissette; Ballard yang memproduksi album Morissette, Jagged Little Pill, album yang memiliki "pengaruh besar" di Perry.Dia mengatakan kepada kolaborator awal bahwa dia telah memutuskan untuk bekerja dengan Ballard. Produser mengatur pertemuannya dengan Ballard di Los Angeles. Perry memberinya sebuah lagu dan sehari kemudian Perry dipanggil. Ballard mengembangkan Perry selama beberapa tahun.
Perry menggambarkan musiknya dengan berkata, "Seseorang seperti menulis ini untuk saya di lain hari dan saya telah menggunakannya sejak itu". Menurutnya, dia telah "banyak berubah antara usia 15 sampai 23"Album pertamanya, Katy Hudson berdiam pada musik gospel. Dia mengaitkan bahwa perspektifnya di musik "agak tertutup dan sangat ketat" dan semua yang dilakukan berhubungan dengan gereja. Album keduanya, One of the Boys digambarkan sebagai "duniawi" dan "rock," dan mencerminkan kepergiannya dari akar musik agama. Perry mengharapkan dapat merekam lebih banyak lagu pop untuk album berikutnya.
Perry secara artistik terlibat dalam proyeknya, terutama dalam proses penulisan. Karena dia bisa bermain gitar, dia akan mulai menulis lagu di rumah dan datang ke produsernya. Perry sebagian besar terinspirasi oleh saat-saat tertentu dalam hidupnya. Dia mengatakan mudah baginya untuk menulis lagu tentang patah hati.Sebagian besar tema dalam One of the Boys berkisahkan tentang patah hati, petualangan remaja dan "muntah di toilet". Ibu Perry dilaporkan mengatakan kepada Tabloid Inggris Daily Mail bahwa dia tidak suka musik putrinya, menyebutnya "memalukan dan menjijikkan". Perry mengatakan bahwa perkataan ibunya salah dikutip dan memberitahu kepada MTV bahwa itu adalah informasi palsu. Lagu "Ur So Gay" dan "I Kissed a Girl" telah menerima reaksi negatif dari sektor agama maupun homoseksualitas.Lagu-lagu tersebut masing-masing telah dicap sebagai homofobia dan mempromosikan homoseksualitas, serta "eksploitasi lesbian". Perry menanggapi kontroversi seputar "Ur So Gay": "ini bukan konotasi negatif, bukan, 'you're so gay' diartikan seperti 'you're so lame' (payah), tapi faktanya adalah laki-laki ini seharusnya sudah gay, yang saya benar-benar mengerti bagaimana itu bisa disalahartikan atau apa pun... itu bukan stereotip orang tertentu, saya berbicara tentang mantan pacar".
LANGKAH - LANGKAH BELAJAR PIANO
1. Miliki Alatnya!
Ada yang berpikir, "Bisa dulu baru beli." Wah..pernah belajar naik sepeda? Ok, kamu bisa naik sepeda dulu baru beli atau beli dulu sepedanya? Ya, bermain musik adalah sebuah keahlian (skill), seperti naik sepeda. Menurut Longman Dictionary of Contemporary English: “Skill is an ability to do something well especially because you have learned and practiced it.”. Anda harus berlatih! Bagaimana mau berlatih jika tidak ada alatnya. Mungkin kamu gak harus beli, bisa pinjam dulu ataiau numpang di rumah orang lain untuk belajar. Tapi intinya kamu harus punya alatnya dulu.
2. Kenali dulu alatnya.
Tau gak perbedaan piano dan keyboard? Piano berbentuk papan tuts tunggal, sepanjang 88 tuts atau kurang lebih 7 ½ oktaf, dengan bilah tuts yang lebih tebal dan berat dibandingkan keyboard. Piano terbagi atas piano akustik dan piano digital. Kalau piano akustik memiliki sumber bunyi dari senar logam yang dipukul dengan tuts, jadi tidak digerakkan oleh listrik. Klik http://www.pianokeyboard.com/pages_of_piano_history/History.htm untuk mengetahui jenis-jenis piano akustik.
Mengenai harga, piano jelas bukan barang murah. Harga baby grand piano yang paling murah sekitar 60 juta-an, itupun second. Kalau upright piano yang second mulai dari sekitar 8 juta-an.
Sekarang juga sudah banyak piano digital, yang sumber bunyinya berasal dari hasil sampling piano akustik (PCM wave) yang digerakkan oleh listrik. Panjangnya antara 76 hingga 88 tuts. Harganya mulai dari 3 juta-an. Tapi kamu harus hati-hati memilih karena tutsnya berbeda-beda. Ada yang namanya weighted keys atau graded hammer keys, maksudnya tutsnya lebih berat dan tebal seperti piano akustik. Tapi ada juga yang tidak setebal itu atau malah ringan seperti tuts keyboard biasa.
Nah kalau keyboard ada yang berjenis synthesizer, interactive/intelligent/portable/arranger keyboard, controller, sampler dan workstation.
3. Memilih alat
Banyak murid saya bilang piano mahal, alat mereka di rumah keyboard. Bisa gak belajar piano pada keyboard? Bisa saja, gak masalah. Kalau hanya untuk menguasai basic piano. Tapi lebih lanjut dari itu kamu perlu beli piano deh. Kalau kamu belum mampu beli piano akustik bisa dengan piano digital. Malah enak gak makan tempat dan bisa diatur volume suaranya. Tapi tetap saja mekanisme tutsnya masih lebih natural dan nyaman piano akustik ya.
4. Mitos seputar belajar piano/keyboard
Bisa piano berarti bisa semua alat.
Itu mitos yang paling sering saya dengar. Saya sudah bahas di artikel "Bisa Piano Berarti Bisa Semua Alat Musik".
Belajar keyboard gak serius, cuma hiburan. Kalau mau serius belajarlah piano.
Wah gak bener tuh, silabus keyboard saya sampai grade 7 (7 tingkat). Dan banyak guru piano dan guru organ yang belajar keyboard sama saya belum lulus juga.
Belajar piano klasik yang paling baik, nanti kalau mau belajar pop atau jazz lebih gampang.
Jangan muter-muter bos! Kalau kamu mau belajar piano pop sekalian dari awal saja. Sudah ada metodenya kok dan silabusnya ada 6 grade lho. Kalau kamu belajar piano klasik dulu bisa sampai tua baru bisa belajar piano pop. Dasar bermain piano sama untuk semua jurusan.
Main keyboard bisa “merusak” jari.
Nah kalau ini ada benarnya karena tuts keyboard memang lebih ringan dan tidak se-ekspresif piano.
Ada yang berpikir, "Bisa dulu baru beli." Wah..pernah belajar naik sepeda? Ok, kamu bisa naik sepeda dulu baru beli atau beli dulu sepedanya? Ya, bermain musik adalah sebuah keahlian (skill), seperti naik sepeda. Menurut Longman Dictionary of Contemporary English: “Skill is an ability to do something well especially because you have learned and practiced it.”. Anda harus berlatih! Bagaimana mau berlatih jika tidak ada alatnya. Mungkin kamu gak harus beli, bisa pinjam dulu ataiau numpang di rumah orang lain untuk belajar. Tapi intinya kamu harus punya alatnya dulu.
2. Kenali dulu alatnya.
Tau gak perbedaan piano dan keyboard? Piano berbentuk papan tuts tunggal, sepanjang 88 tuts atau kurang lebih 7 ½ oktaf, dengan bilah tuts yang lebih tebal dan berat dibandingkan keyboard. Piano terbagi atas piano akustik dan piano digital. Kalau piano akustik memiliki sumber bunyi dari senar logam yang dipukul dengan tuts, jadi tidak digerakkan oleh listrik. Klik http://www.pianokeyboard.com/pages_of_piano_history/History.htm untuk mengetahui jenis-jenis piano akustik.
Mengenai harga, piano jelas bukan barang murah. Harga baby grand piano yang paling murah sekitar 60 juta-an, itupun second. Kalau upright piano yang second mulai dari sekitar 8 juta-an.
Sekarang juga sudah banyak piano digital, yang sumber bunyinya berasal dari hasil sampling piano akustik (PCM wave) yang digerakkan oleh listrik. Panjangnya antara 76 hingga 88 tuts. Harganya mulai dari 3 juta-an. Tapi kamu harus hati-hati memilih karena tutsnya berbeda-beda. Ada yang namanya weighted keys atau graded hammer keys, maksudnya tutsnya lebih berat dan tebal seperti piano akustik. Tapi ada juga yang tidak setebal itu atau malah ringan seperti tuts keyboard biasa.
Nah kalau keyboard ada yang berjenis synthesizer, interactive/intelligent/portable/arranger keyboard, controller, sampler dan workstation.
3. Memilih alat
Banyak murid saya bilang piano mahal, alat mereka di rumah keyboard. Bisa gak belajar piano pada keyboard? Bisa saja, gak masalah. Kalau hanya untuk menguasai basic piano. Tapi lebih lanjut dari itu kamu perlu beli piano deh. Kalau kamu belum mampu beli piano akustik bisa dengan piano digital. Malah enak gak makan tempat dan bisa diatur volume suaranya. Tapi tetap saja mekanisme tutsnya masih lebih natural dan nyaman piano akustik ya.
4. Mitos seputar belajar piano/keyboard
Bisa piano berarti bisa semua alat.
Itu mitos yang paling sering saya dengar. Saya sudah bahas di artikel "Bisa Piano Berarti Bisa Semua Alat Musik".
Belajar keyboard gak serius, cuma hiburan. Kalau mau serius belajarlah piano.
Wah gak bener tuh, silabus keyboard saya sampai grade 7 (7 tingkat). Dan banyak guru piano dan guru organ yang belajar keyboard sama saya belum lulus juga.
Belajar piano klasik yang paling baik, nanti kalau mau belajar pop atau jazz lebih gampang.
Jangan muter-muter bos! Kalau kamu mau belajar piano pop sekalian dari awal saja. Sudah ada metodenya kok dan silabusnya ada 6 grade lho. Kalau kamu belajar piano klasik dulu bisa sampai tua baru bisa belajar piano pop. Dasar bermain piano sama untuk semua jurusan.
Main keyboard bisa “merusak” jari.
Nah kalau ini ada benarnya karena tuts keyboard memang lebih ringan dan tidak se-ekspresif piano.
Lady Gaga
Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir di New York City, New York, Amerika Serikat, Amerika Serikat, 28 Maret 1986; umur 28 tahun), lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga, adalah seorang penyanyi pop Amerika Serikat. Setelah tampil dalam kancah musik rock di New York bagian Lower East Side pada tahun 2003 dan kemudian mendaftar di New York University, Tisch School of the Arts, ia segera menandatangani kontrak dengan Streamline Records, sebuah anak perusahaan Interscope Records. Selama waktu awal Gaga di Interscope, ia bekerja sebagai penulis lagu untuk artis label sesama dan menarik perhatian artis rekaman Akon, yang mengakui kemampuan vokalnya, dan mengontraknya ke label miliknya sendiri, Kon Live Distribution.
Gaga menjadi terkenal setelah merilis album debutnya The Fame (2008), yang sukses baik secara kritik maupun komersial dan meraih popularitas internasional dengan singel "Just Dance" dan "Poker Face". Album ini mencapai nomor satu di tangga album enam negara, menduduki puncak tangga lagu Billboard Dance/Electronic Albums sekaligus memuncak pada nomor dua di tangga lagu Billboard 200 di Amerika Serikat dan mencapai posisi sepuluh besar di seluruh dunia. Album keduanya, The Fame Monster (2009), kelanjutan dari The Fame, menghasilkan dua singel nomor satu di berbagai negara yaitu "Bad Romance" dan "Telephone", sehingga dia diperbolehkan untuk memulai tur konser global kedua, The Monster Ball Tour, hanya beberapa bulan setelah selesai tur pertama, The Fame Ball Tour. Album studio kedua Born This Way, dirilis pada Mei 2011, menduduki puncak tangga album di seluruh pasar musik utama, setelah kedatangan singel "Born This Way", "Judas", dan "The Edge of Glory"—singel pertama mencapai nomor satu di negara di seluruh dunia dan merupakan penjualan singel tercepat dalam sejarah iTunes, menjual satu juta kopi dalam lima hari.[1] Setelah mengambil cuti panjang dikarenakan cidera pinggul dan pembatalan tanggal tersisa dari Born This Way Ball Tour, Album ketiga Gaga Artpop dirilis pada November 2013 dan menjadi album nomor satu kedua Gaga di Amerika Serikat. Perilisan Artpop didahului oleh singel "Applause" dan "Do What U Want".
Terinspirasi oleh artis glam rock seperti David Bowie dan Freddie Mercury, serta penyanyi dance-pop seperti Madonna dan Michael Jackson, Gaga juga diketahui dalam kegemarannya di bidang fesyen, dalam penampilan dan dalam video musiknya. Kontribusinya terhadap industri musik telah mengumpulkan banyak prestasi termasuk lima Grammy Awards, serta dua belas nominasi; dua Guinness World Records;[2] dan penjualannya diperkirakan sekitar 64 juta rekaman. Billboard memberi gelar padanya "Artis Terbaik pada Tahun 2010", dan peringkat sebagai "Artis Terbaik ke-73 pada Dekade 2000-an". Gaga telah dimasukkan dalam daftar tahunan majalah Time, yaitu Time 100 "orang paling berperngaruh di dunia" serta tercantum di sejumlah daftar tahunan majalah Forbe termasuk "100 selebriti paling berkuasa dan berpengaruh di dunia" dan mencapai nomor satu dalam daftar tahunan "100 selebriti paling berkuasa". Di samping karier musiknya, dia juga aktif dalam bidang kemanusiaan dan LGBT.
Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir di New York City, New York, Amerika Serikat, Amerika Serikat, 28 Maret 1986; umur 28 tahun), lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga, adalah seorang penyanyi pop Amerika Serikat. Setelah tampil dalam kancah musik rock di New York bagian Lower East Side pada tahun 2003 dan kemudian mendaftar di New York University, Tisch School of the Arts, ia segera menandatangani kontrak dengan Streamline Records, sebuah anak perusahaan Interscope Records. Selama waktu awal Gaga di Interscope, ia bekerja sebagai penulis lagu untuk artis label sesama dan menarik perhatian artis rekaman Akon, yang mengakui kemampuan vokalnya, dan mengontraknya ke label miliknya sendiri, Kon Live Distribution.
Gaga menjadi terkenal setelah merilis album debutnya The Fame (2008), yang sukses baik secara kritik maupun komersial dan meraih popularitas internasional dengan singel "Just Dance" dan "Poker Face". Album ini mencapai nomor satu di tangga album enam negara, menduduki puncak tangga lagu Billboard Dance/Electronic Albums sekaligus memuncak pada nomor dua di tangga lagu Billboard 200 di Amerika Serikat dan mencapai posisi sepuluh besar di seluruh dunia. Album keduanya, The Fame Monster (2009), kelanjutan dari The Fame, menghasilkan dua singel nomor satu di berbagai negara yaitu "Bad Romance" dan "Telephone", sehingga dia diperbolehkan untuk memulai tur konser global kedua, The Monster Ball Tour, hanya beberapa bulan setelah selesai tur pertama, The Fame Ball Tour. Album studio kedua Born This Way, dirilis pada Mei 2011, menduduki puncak tangga album di seluruh pasar musik utama, setelah kedatangan singel "Born This Way", "Judas", dan "The Edge of Glory"—singel pertama mencapai nomor satu di negara di seluruh dunia dan merupakan penjualan singel tercepat dalam sejarah iTunes, menjual satu juta kopi dalam lima hari.[1] Setelah mengambil cuti panjang dikarenakan cidera pinggul dan pembatalan tanggal tersisa dari Born This Way Ball Tour, Album ketiga Gaga Artpop dirilis pada November 2013 dan menjadi album nomor satu kedua Gaga di Amerika Serikat. Perilisan Artpop didahului oleh singel "Applause" dan "Do What U Want".
Terinspirasi oleh artis glam rock seperti David Bowie dan Freddie Mercury, serta penyanyi dance-pop seperti Madonna dan Michael Jackson, Gaga juga diketahui dalam kegemarannya di bidang fesyen, dalam penampilan dan dalam video musiknya. Kontribusinya terhadap industri musik telah mengumpulkan banyak prestasi termasuk lima Grammy Awards, serta dua belas nominasi; dua Guinness World Records;[2] dan penjualannya diperkirakan sekitar 64 juta rekaman. Billboard memberi gelar padanya "Artis Terbaik pada Tahun 2010", dan peringkat sebagai "Artis Terbaik ke-73 pada Dekade 2000-an". Gaga telah dimasukkan dalam daftar tahunan majalah Time, yaitu Time 100 "orang paling berperngaruh di dunia" serta tercantum di sejumlah daftar tahunan majalah Forbe termasuk "100 selebriti paling berkuasa dan berpengaruh di dunia" dan mencapai nomor satu dalam daftar tahunan "100 selebriti paling berkuasa". Di samping karier musiknya, dia juga aktif dalam bidang kemanusiaan dan LGBT.
Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir di New York City, New York, Amerika Serikat, Amerika Serikat, 28 Maret 1986; umur 28 tahun), lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga, adalah seorang penyanyi pop Amerika Serikat. Setelah tampil dalam kancah musik rock di New York bagian Lower East Side pada tahun 2003 dan kemudian mendaftar di New York University, Tisch School of the Arts, ia segera menandatangani kontrak dengan Streamline Records, sebuah anak perusahaan Interscope Records. Selama waktu awal Gaga di Interscope, ia bekerja sebagai penulis lagu untuk artis label sesama dan menarik perhatian artis rekaman Akon, yang mengakui kemampuan vokalnya, dan mengontraknya ke label miliknya sendiri, Kon Live Distribution.
Gaga menjadi terkenal setelah merilis album debutnya The Fame (2008), yang sukses baik secara kritik maupun komersial dan meraih popularitas internasional dengan singel "Just Dance" dan "Poker Face". Album ini mencapai nomor satu di tangga album enam negara, menduduki puncak tangga lagu Billboard Dance/Electronic Albums sekaligus memuncak pada nomor dua di tangga lagu Billboard 200 di Amerika Serikat dan mencapai posisi sepuluh besar di seluruh dunia. Album keduanya, The Fame Monster (2009), kelanjutan dari The Fame, menghasilkan dua singel nomor satu di berbagai negara yaitu "Bad Romance" dan "Telephone", sehingga dia diperbolehkan untuk memulai tur konser global kedua, The Monster Ball Tour, hanya beberapa bulan setelah selesai tur pertama, The Fame Ball Tour. Album studio kedua Born This Way, dirilis pada Mei 2011, menduduki puncak tangga album di seluruh pasar musik utama, setelah kedatangan singel "Born This Way", "Judas", dan "The Edge of Glory"—singel pertama mencapai nomor satu di negara di seluruh dunia dan merupakan penjualan singel tercepat dalam sejarah iTunes, menjual satu juta kopi dalam lima hari.[1] Setelah mengambil cuti panjang dikarenakan cidera pinggul dan pembatalan tanggal tersisa dari Born This Way Ball Tour, Album ketiga Gaga Artpop dirilis pada November 2013 dan menjadi album nomor satu kedua Gaga di Amerika Serikat. Perilisan Artpop didahului oleh singel "Applause" dan "Do What U Want".
Terinspirasi oleh artis glam rock seperti David Bowie dan Freddie Mercury, serta penyanyi dance-pop seperti Madonna dan Michael Jackson, Gaga juga diketahui dalam kegemarannya di bidang fesyen, dalam penampilan dan dalam video musiknya. Kontribusinya terhadap industri musik telah mengumpulkan banyak prestasi termasuk lima Grammy Awards, serta dua belas nominasi; dua Guinness World Records;[2] dan penjualannya diperkirakan sekitar 64 juta rekaman. Billboard memberi gelar padanya "Artis Terbaik pada Tahun 2010", dan peringkat sebagai "Artis Terbaik ke-73 pada Dekade 2000-an". Gaga telah dimasukkan dalam daftar tahunan majalah Time, yaitu Time 100 "orang paling berperngaruh di dunia" serta tercantum di sejumlah daftar tahunan majalah Forbe termasuk "100 selebriti paling berkuasa dan berpengaruh di dunia" dan mencapai nomor satu dalam daftar tahunan "100 selebriti paling berkuasa". Di samping karier musiknya, dia juga aktif dalam bidang kemanusiaan dan LGBT.
Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir di New York City, New York, Amerika Serikat, Amerika Serikat, 28 Maret 1986; umur 28 tahun), lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga, adalah seorang penyanyi pop Amerika Serikat. Setelah tampil dalam kancah musik rock di New York bagian Lower East Side pada tahun 2003 dan kemudian mendaftar di New York University, Tisch School of the Arts, ia segera menandatangani kontrak dengan Streamline Records, sebuah anak perusahaan Interscope Records. Selama waktu awal Gaga di Interscope, ia bekerja sebagai penulis lagu untuk artis label sesama dan menarik perhatian artis rekaman Akon, yang mengakui kemampuan vokalnya, dan mengontraknya ke label miliknya sendiri, Kon Live Distribution.
Gaga menjadi terkenal setelah merilis album debutnya The Fame (2008), yang sukses baik secara kritik maupun komersial dan meraih popularitas internasional dengan singel "Just Dance" dan "Poker Face". Album ini mencapai nomor satu di tangga album enam negara, menduduki puncak tangga lagu Billboard Dance/Electronic Albums sekaligus memuncak pada nomor dua di tangga lagu Billboard 200 di Amerika Serikat dan mencapai posisi sepuluh besar di seluruh dunia. Album keduanya, The Fame Monster (2009), kelanjutan dari The Fame, menghasilkan dua singel nomor satu di berbagai negara yaitu "Bad Romance" dan "Telephone", sehingga dia diperbolehkan untuk memulai tur konser global kedua, The Monster Ball Tour, hanya beberapa bulan setelah selesai tur pertama, The Fame Ball Tour. Album studio kedua Born This Way, dirilis pada Mei 2011, menduduki puncak tangga album di seluruh pasar musik utama, setelah kedatangan singel "Born This Way", "Judas", dan "The Edge of Glory"—singel pertama mencapai nomor satu di negara di seluruh dunia dan merupakan penjualan singel tercepat dalam sejarah iTunes, menjual satu juta kopi dalam lima hari.[1] Setelah mengambil cuti panjang dikarenakan cidera pinggul dan pembatalan tanggal tersisa dari Born This Way Ball Tour, Album ketiga Gaga Artpop dirilis pada November 2013 dan menjadi album nomor satu kedua Gaga di Amerika Serikat. Perilisan Artpop didahului oleh singel "Applause" dan "Do What U Want".
Terinspirasi oleh artis glam rock seperti David Bowie dan Freddie Mercury, serta penyanyi dance-pop seperti Madonna dan Michael Jackson, Gaga juga diketahui dalam kegemarannya di bidang fesyen, dalam penampilan dan dalam video musiknya. Kontribusinya terhadap industri musik telah mengumpulkan banyak prestasi termasuk lima Grammy Awards, serta dua belas nominasi; dua Guinness World Records;[2] dan penjualannya diperkirakan sekitar 64 juta rekaman. Billboard memberi gelar padanya "Artis Terbaik pada Tahun 2010", dan peringkat sebagai "Artis Terbaik ke-73 pada Dekade 2000-an". Gaga telah dimasukkan dalam daftar tahunan majalah Time, yaitu Time 100 "orang paling berperngaruh di dunia" serta tercantum di sejumlah daftar tahunan majalah Forbe termasuk "100 selebriti paling berkuasa dan berpengaruh di dunia" dan mencapai nomor satu dalam daftar tahunan "100 selebriti paling berkuasa". Di samping karier musiknya, dia juga aktif dalam bidang kemanusiaan dan LGBT.
Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir di New York City, New York, Amerika Serikat, Amerika Serikat, 28 Maret 1986; umur 28 tahun), lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga, adalah seorang penyanyi pop Amerika Serikat. Setelah tampil dalam kancah musik rock di New York bagian Lower East Side pada tahun 2003 dan kemudian mendaftar di New York University, Tisch School of the Arts, ia segera menandatangani kontrak dengan Streamline Records, sebuah anak perusahaan Interscope Records. Selama waktu awal Gaga di Interscope, ia bekerja sebagai penulis lagu untuk artis label sesama dan menarik perhatian artis rekaman Akon, yang mengakui kemampuan vokalnya, dan mengontraknya ke label miliknya sendiri, Kon Live Distribution.
Gaga menjadi terkenal setelah merilis album debutnya The Fame (2008), yang sukses baik secara kritik maupun komersial dan meraih popularitas internasional dengan singel "Just Dance" dan "Poker Face". Album ini mencapai nomor satu di tangga album enam negara, menduduki puncak tangga lagu Billboard Dance/Electronic Albums sekaligus memuncak pada nomor dua di tangga lagu Billboard 200 di Amerika Serikat dan mencapai posisi sepuluh besar di seluruh dunia. Album keduanya, The Fame Monster (2009), kelanjutan dari The Fame, menghasilkan dua singel nomor satu di berbagai negara yaitu "Bad Romance" dan "Telephone", sehingga dia diperbolehkan untuk memulai tur konser global kedua, The Monster Ball Tour, hanya beberapa bulan setelah selesai tur pertama, The Fame Ball Tour. Album studio kedua Born This Way, dirilis pada Mei 2011, menduduki puncak tangga album di seluruh pasar musik utama, setelah kedatangan singel "Born This Way", "Judas", dan "The Edge of Glory"—singel pertama mencapai nomor satu di negara di seluruh dunia dan merupakan penjualan singel tercepat dalam sejarah iTunes, menjual satu juta kopi dalam lima hari.[1] Setelah mengambil cuti panjang dikarenakan cidera pinggul dan pembatalan tanggal tersisa dari Born This Way Ball Tour, Album ketiga Gaga Artpop dirilis pada November 2013 dan menjadi album nomor satu kedua Gaga di Amerika Serikat. Perilisan Artpop didahului oleh singel "Applause" dan "Do What U Want".
Terinspirasi oleh artis glam rock seperti David Bowie dan Freddie Mercury, serta penyanyi dance-pop seperti Madonna dan Michael Jackson, Gaga juga diketahui dalam kegemarannya di bidang fesyen, dalam penampilan dan dalam video musiknya. Kontribusinya terhadap industri musik telah mengumpulkan banyak prestasi termasuk lima Grammy Awards, serta dua belas nominasi; dua Guinness World Records;[2] dan penjualannya diperkirakan sekitar 64 juta rekaman. Billboard memberi gelar padanya "Artis Terbaik pada Tahun 2010", dan peringkat sebagai "Artis Terbaik ke-73 pada Dekade 2000-an". Gaga telah dimasukkan dalam daftar tahunan majalah Time, yaitu Time 100 "orang paling berperngaruh di dunia" serta tercantum di sejumlah daftar tahunan majalah Forbe termasuk "100 selebriti paling berkuasa dan berpengaruh di dunia" dan mencapai nomor satu dalam daftar tahunan "100 selebriti paling berkuasa". Di samping karier musiknya, dia juga aktif dalam bidang kemanusiaan dan LGBT.
Disjoki (DJ)

Disjoki atau joki cakram atau (bahasa Inggris: Disc jockey, disingkat DJ, atau kadang-kadang "deejay") adalah seseorang yang terampil memilih dan memainkan rekaman suara atau musik yang telah direkam sebelumnya. Umumnya media hasil rekaman yang digunakan adalah media diska atau cakram, dan karena kemahirannya dalam memainkan cakram membuat profesi ini dikenal sebagai joki cakram, atau lebih dikenal dengan disjoki (ejaannya dalam bahasa Inggris disc jockey). Sekarang istilah itu tidak hanya merujuk kepada kemahiran mengatur lagu/musik dalam medium cakram, tetapi juga dalam bentuk medium lainnya.
Istilah DJ ini pertama kali digunakan untuk menggambarkan seorang penyiar radio yang akan memperkenalkan dan memainkan rekaman gramofon yang populer. Rekaman pada media ini, juga dikenal sebagai "cakram" di mana dalam industri ini dimainkan oleh penyiar-penyiar radio, oleh karena itu nama disc jockey dan selanjutnya lebih akrab dikenal sebagai DJs atau deejays. Sekarang karena berbagai faktor, termasuk musik yang dipilih, para pendengarnya, penyetelan kinerja, media yang digunakan dan perkembangan dari manipulasi suara, telah menghasilkan berbagai macam teknik DJ.
Peralatan paling pokok yang diperlukan untuk seorang DJ untuk menjalankan aksinya terdiri dari:
- Rekaman suara dalam berbagai medium (seperti piringan hitam, CD, berkas MP3, dsb.)
- Paling tidak mempunyai dua macam peralatan untuk memutar kembali (playback) rekaman-rekaman suara tersebut dan untuk tujuan memilih memainkan kembali rekaman secara maju mundur (seperti pemutar rekor, pemutar cakram padat, pemutar MP3)
- Sebuah sistem tata suara (sound system) untuk menguatkan dan memperbesar volume suara (Seperti sistem portabel audio, penyiar gelombang radio)
Ada berbagai macam teknik yang dapat diterapkan oleh seorang DJ untuk memanipulasi musik yang telah direkam sebelumnya. Di sini termasuk pengadonan suara (audio mixing), pengisyaratan, pengisyaratan selip (slip-cueing), pemfrasean, pemenggalan musik, penjugelan ketukan (beat juggling), penggesekan, penyelarasan ketukan, penjatuhan jarum (needle drop), penggeseran fase (phase shifting), dan masih banyak lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)